Rabu, 12 September 2012

Upaya Antisipasi dan Penanggulangan Serangan OPT terhadap Anomali Iklim

Tulisan ini menjadi lanjutan pembahasan tulisan sebelumnya (Pemanfaatan Informasi dalam Antisipasi Serangan OPT terhadap Anomali Iklim).

Kekeringan pada umumnya terjadi pada lahan tadah hujan dan lahan-lahan hilir irigasi dimana debit air sudah sangat kecil sehingga tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Curah hujan yang tinggi juga dapat menimbulkan debit air menjadi tinggi yang tidak sedikit lahan pertanian menjadi ikut merasakan dampaknya sehingga menimbulkan berkurangnya produktivitas petani, bahkan menyebabkan kegagalan panen. 

Selasa, 28 Agustus 2012

Pemanfaatan Informasi dalam Antisipasi Serangan OPT terhadap Anomali Iklim


Komoditi pertanian diusahakan dengan penuh keyakinan tinggi untuk menghadapi, menerima dan meminimalisir resiko. Ini disebabkan karena komoditi pertanian memiliki keterkaitan siklus biologi dan ekologi yang saling bermutualisme. Ketika salah satu komponen tidak memenuhi syarat, maka resiko akan muncul dan membutuhkan upaya serius dalam pemulihan dan yang paling utama adalah akan merusak semangat tani sebagian orang yang berkecimpung di dalamnya.
Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan elemen pembatas produksi tanaman yang secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Hama dan Penyakit menimbulkan gangguan tanaman secara fisik dan gangguan fisiologis pada tanaman, sedangkan gulma berkaitan dengan persaingan dalam memperoleh nutrisi hara dari dalam tanah. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim. Sehingga tidak heran kalau pada musim hujan dunia pertanian banyak disibukkan oleh masalah penyakit tanaman, sedangkan pada musim kemarau banyak masalah hama.
Iklim adalah sumber daya vital yang diperlukan bagi kegiatan pertanian dan merupakan faktor penentu produktivitas dan kualitas hasil terutama bila iklim sesuai dengan yang

Selasa, 14 Agustus 2012

Jalan2 ke Kendari



TERJUN LANGSUNG PADA OBJEK PAHAM

Hari ini selasa tanggal 07 Agustus 2012, barang telah dipacking, izin istri telah diperoleh, orangtua sudah merestui, surat tugas telah dilegalisir, tiket sudah di tangan, pesawat menunggu di bandara. Semua adalah respon langsung atas kejadian sehari sebelumnya…..
Senin, tanggal 06 Agustus ketika dilakukan Coffee Morning (sebuah pertemuan mingguan oleh Manajemen BBPP Batangkaluku untuk membahas seluruh kegiatan di BBPP Batangkaluku yang melibatkan Pimpinan, Eselon III, Eselon IV dan Koordinator Widyaiswara) menghasilkan beberapa keputusan diantaranya penetapan beberapa Widyaiswara untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Diklat PUAP bagi Penyuluh Pertanian dan Lembaga Keuangan Mikro – Agribisnis (LKM-A) di 6 (enam) Provinsi di Sulawesi. Dan penulis adalah salah satu tim yang ditunjuk untuk melakukan amanah tersebut di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rabu, 01 Agustus 2012

Penangkaran Benih Jagung



 AGRIBISNIS DENGAN PENANGKARAN BENIH JAGUNG

Pembangunan pertanian dewasa ini terlihat menunjukkan adanya pengembangan dan peningkatan baik dari sisi pola usaha dan peningkatan produksi. Peningkatan ini ditandai dengan adanya swasembada pangan khususnya padi dan jagung yang mampu membangun citra negara  agraris dan meningkatnya martabat negeri ini. Peningkatan produksi yang dicapai kurang diikuti oleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku usaha tani di tingkat lapangan. Keadaan ini menjadi permasalahan yang sangat krusial untuk dapat ditangani dan diatasi secara baik oleh pemerintah ini. Dari hasil pengamatan dan pendapat dari para pembina dan pelaku, masalah ini tidak lepas dari kurang siapnya peran kelompok tani maupun pemuda tani melaksanakan kegiatan pendukung sektor on-farm di tingkat lapangan. Olehnya itu perlu adanya tindakan secara berkesinambungan bagaimana membangun para pelaku di tingkat kelompok dengan memberikan kemampuan untuk membangun dan memerankan organisasinya dalam pembangunan pertanian di wilayahnya.

Kamis, 26 Juli 2012

Audio-Visual Tidak Sulit


AUDIO-VISUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN, TIDAK SULIT…!!!
Tulisan ini lahir dan terinspirasi dari pelaksanaan
Diklat Teknis Sejenis bagi Widyaiswara Bidang Multimedia di PPMKP Ciawi-Bogor

Keberhasilan sebuah pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ditentukan oleh beberapa hal yang salah satunya adalah kualitas pembelajaran. Upaya peningkatan mutu Diklat menjadi bagian terpadu dan tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas manusia baik aspek kemampuan, kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga negara. Mutu dan efektifitas pelaksanaan Diklat sangat bergantung pada kualitas Widyaiswara dan pembelajarannya sehingga peningkatan metode, kualitas materi serta variasi media pembelajaran merupakan isu mendasar dan menjadi penting bagi peningkatan mutu dan efektifitas pelaksanaan Diklat.

Senin, 23 Juli 2012

Terpatrinya Beban di Pundak Calon Widyaiswara


TERPATRINYA BEBAN DI PUNDAK “CALON” WIDYAISWARA (PERTANIAN)
Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah. Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa betapa besar peran dan posisi Widyaiswara sebagai tenaga fungsional yang mengajar, mendidik dan melatih  aparatur dan non aparatur. Dengan peran tersebut, Widyaiswara akan selalu bertanggung jawab secara moral terhadap pelaksanaan dan keberhasilan kerja orang yang diajar, tokoh yang dididik serta insan yang dilatih sehingga akan bermanfaat sebesar-besarnya bagi Negara tercinta dan sekalian alam. Betapa besar dan beratnya beban yang Negara titipkan di atas pundak Widyaiswara !!!...

Foto : Tugas yang harus dinikmati


Foto : Aksi di BPTPH Sulsel pada Diklat POPT Ahli


Foto : Talk, talk dan more talk