Rabu, 01 Agustus 2012

Penangkaran Benih Jagung



 AGRIBISNIS DENGAN PENANGKARAN BENIH JAGUNG

Pembangunan pertanian dewasa ini terlihat menunjukkan adanya pengembangan dan peningkatan baik dari sisi pola usaha dan peningkatan produksi. Peningkatan ini ditandai dengan adanya swasembada pangan khususnya padi dan jagung yang mampu membangun citra negara  agraris dan meningkatnya martabat negeri ini. Peningkatan produksi yang dicapai kurang diikuti oleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku usaha tani di tingkat lapangan. Keadaan ini menjadi permasalahan yang sangat krusial untuk dapat ditangani dan diatasi secara baik oleh pemerintah ini. Dari hasil pengamatan dan pendapat dari para pembina dan pelaku, masalah ini tidak lepas dari kurang siapnya peran kelompok tani maupun pemuda tani melaksanakan kegiatan pendukung sektor on-farm di tingkat lapangan. Olehnya itu perlu adanya tindakan secara berkesinambungan bagaimana membangun para pelaku di tingkat kelompok dengan memberikan kemampuan untuk membangun dan memerankan organisasinya dalam pembangunan pertanian di wilayahnya.
Peningkatan produksi petani selayaknya dibarengi dengan perlakuan-perlakuan hasil yang dikelola melalui pintu agribisnis. Pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola diri melalui agribisnis disinyalir akan ikut menambah pendapatan dan kesejahteraan petani. Namun demikian, ketertarikan antara pelaku sistem agribisnis masih relatif lemah. Hal ini terjadi karena kurangnya penguasaan pasar, sehingga sering terjadi distorsi pasar yang menyebabkan harga produk pertanian sering berfluktuasi.
Pembangunan pertanian saat ini diarahkan untuk mencapai 4 (empat) target sukses pertanian, yaitu swasembada (kedelai, gula industri, daging sapi) dan swasembada berkelanjutan (padi, jagung), diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sukses swasembada, diversifikasi pangan dan peningkatan daya saing merupakan tujuan/target rasional yang dapat direalisasikan melalui peningkatan pengetahuan agribisnis jagung. Program ini menuntut dan membutuhkan sumberdaya manusia yang memadai dalam menangani dan merealisasikan target sukses tersebut. Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak diusahakan oleh petani di Indonesia. Dalam pelaksanaannya pun petani terbilang sukses dalam budidaya dengan tercapainya swasembada jagung. Namun dalam aspek agribisnis, petani masih terkendala dalam pengembangannya dalam rangka meningkatkan pendapatan.
Penggunaan varietas unggul dan benih bermutu merupakan salah satu komponen teknologi yang dianjurkan dalam sistem budidaya tanaman jagung. Benih bermutu berasal dari tanaman yang berkualitas dengan perlakuan yang juga berbeda dengan sistem budidaya tanaman untuk tujuan konsumsi. Penangkaran benih jagung merupakan salah satu usaha dari aspek budidaya tanaman jagung yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk menerapkan sistem agribisnis dalam rangka peningkatan pendapatan.

Penerapan Teknologi Budidaya Benih Jagung Komposit
Budidaya tanaman jagung untuk tujuan benih menjadi hal penting jika dibandingkan dengan pengusahaan tanaman jagung untuk tujuan konsumsi. Dalam pelaksanaannya membutuhkan kesabaran dan ketelitian utamanya dalam penentuan dan penyiapan lahan (tanah), air dan tanaman.
Penyiapan Lahan (Tanah)
Lahan yang akan digunakan diolah terlebih dahulu dengan menggunakan rotary-traktor-rotary (sesuai dengan keliatan tanah) sampai tanah telihat gembur tanpa bongkahan. Ini dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa tanaman sebelumnya dan memudahkan dalam penanaman nantinya. Dalam pengolahan tanah juga dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kompos (limbah-limbah tanaman) untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanah. Selanjutnya, dilakukan pembuatan bedengan (sepanjang lahan) dengan ukuran masing-masing 100cm dengan tinggi 10-20cm. Parit untuk pengairan juga terbentuk pada proses ini, sehingga diharapkan jarak tanam yaitu 75 x 20cm.
Penyiapan Benih
Penyiapan benih menjadi penting karena harus mempertimbangkan jumlah induk tanaman jantan dan induk tanaman betina yaitu ¼ bagian untuk induk jantan dan ¾ bagian untuk induk betina. Jika kebutuhan benih induk tanaman 20 kg benih/ha maka jumlah induk jantan yang dibutuhkan adalah 5 kg induk jantan dan 15 kg induk betina yang ditanam dengan perbandingan penanaman di lapangan 1:3. Perlakuan benih dengan fungisida patut dilakukan untuk mencegah penyakit tanaman (gejala laten).
Penanaman
Secara umum pelaksanaan penanaman dilaksanakan seperti biasa. Yaitu dimulai dengan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan alat tanam (tugal) dengan kedalaman 5 cm. Selanjutnya benih ditanam 1 benih / lubang (tergantung jarak tanam), kemudian lubang ditutup dengan tanah atau pupuk kompos secara ringan. Untuk keperluan kerapihan, sebaiknya menggunakan tali yang telah disimpul sesuai dengan jarak tanam yang dibutuhkan (75 X 20 cm untuk 1 tanaman / lubang). Yang perlu diperhatikan adalah penanaman benih jantan dan benih betina. Dengan menggunakan perbandingan 1:3 berarti dengan penanaman 1 baris induk jantan dilanjutkan dengan 3 baris induk betina. Pola dan jarak tetap dipertahankan sesuai dengan kebutuhan dan luas lahan.
Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman dilakukan sesuai dengan kondisi pertanaman dan umur tanaman. Pembersihan gulma yang diikuti dengan pembumbunan pada tanaman dilakukan ketika jumlah populasi gulma di lapangan banyak (sekitar 15-20 HST) dan diperkirakan akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Pelaksanaan pemupukan dilakukan berdasarkan umur tanaman. Menurut Zubachtirodin, bahwa pemupukan tanaman dilakukan pada umur-umur tertentu, yaitu :


JENIS PUPUK
UMUR TANAMAN
7-10 HARI
25-30 HARI
40-45 HARI
UREA (350 kg)
30 %
70 %
Sesuai BWD
SP36 (200 kg)
100 %
-
-
KCL (100 kg)
50 %
50 %
-
ZA (50 kg)
100 %
-
-
Terkhusus untuk produksi benih jagung komposit, hal yang paling diperhatikan dalam pemeliharaan yaitu :
1.    Penyulaman benih tidak dilakukan ketika ditemukan tanaman yang mati.
Hal ini dilakukan agar kondisi pertanaman tumbuh seragam, terutama untuk keseragaman terjadinya pembungaan. Juga untuk mencegah ketidaksempurnaan biji pada tongkol.
2.    Pemotongan bunga jantan dilakukan pada tanaman betina sebelum malai keluar.
Panen
Panen dilakukan setelah kelobot telah mengering dan berwarna putih kecokelatan, biji telah mengeras (tidak meninggalkan bekas saat ditekan menggunakan kuku) dan terbentuk lapisan black layer pada biji. Saat tanaman telah masak fisiologis (kadar air 40 - 45%), kelobot dikupas dan tajuk bagian atas dipangkas (untuk pakan ternak). Ini dilakukan untuk mempercepat proses pengeringan biji sampai kadar air mencapai kira-kira 30%. Setelah beberapa hari, dilakukan pemetikan. Pemetikan dilakukan pada siang hari sehingga kadar air tidak menurun.
Penanganan Pasca Panen
Setelah panen, dilakukan seleksi dan pemilahan terhadap tongkol yang baik dan tongkol yang rusak. Selanjutnya dilakukan pengeringan pada lantai jemur di bawah sinar matahari dengan menggunakan alas terpal yang berwarna terang. Selanjutnya dilakukan pemipilan biji dengan menggunakan mesin pengayak atau ayakan tradisional dengan diameter 7 mm. Biji yang tidak lolos ayakan akan dijadikan benih. Setelah biji untuk produkssi benih ditemukan, selanjutnya dilakukan pengemasan dan penyimpanan. Dalam hal pengemasan, diusahakan untuk menggunakan plastic kemasan yang tidak mudah rusak. Menurut Adnan, plastik kemasan yang baik untuk benih yaitu dengan ukuran 2 mm. Selanjutnya dalam penyimpanan, diusahakan untuk menggunakan alas papan setinggi 15 cm untuk menjaga sirkulasi udara.

Lahan tanam harus memiliki unsur-unsur yang dipersyaratkan selayaknya pelaksanaan budidaya tanaman jagung yaitu potential of hydrogen (pH) tanah antara 5,5 – 7,0 dan jenisnya lempung berpasir. Air tersedia cukup dan benih tanaman yang akan dibudidayakan harus berasal dari Benih yang berkualitas.
Karena itulah diperlukan pembinaan usaha pertanian melalui pengetahuan dan keterampilan agribisnis terkhusus untuk penangkaran benih jagung agar pelaku usaha tani dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Peran inilah yang perlu dimaksimalkan oleh Lembaga Pelatihan Pertanian dalam mengisi dan menyempurnakan diskrepansi pengetahuan serta meningkatkan kompetensi agribisnis pelaku usaha tani tanaman jagung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar