Selasa, 14 Agustus 2012

Jalan2 ke Kendari



TERJUN LANGSUNG PADA OBJEK PAHAM

Hari ini selasa tanggal 07 Agustus 2012, barang telah dipacking, izin istri telah diperoleh, orangtua sudah merestui, surat tugas telah dilegalisir, tiket sudah di tangan, pesawat menunggu di bandara. Semua adalah respon langsung atas kejadian sehari sebelumnya…..
Senin, tanggal 06 Agustus ketika dilakukan Coffee Morning (sebuah pertemuan mingguan oleh Manajemen BBPP Batangkaluku untuk membahas seluruh kegiatan di BBPP Batangkaluku yang melibatkan Pimpinan, Eselon III, Eselon IV dan Koordinator Widyaiswara) menghasilkan beberapa keputusan diantaranya penetapan beberapa Widyaiswara untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Diklat PUAP bagi Penyuluh Pertanian dan Lembaga Keuangan Mikro – Agribisnis (LKM-A) di 6 (enam) Provinsi di Sulawesi. Dan penulis adalah salah satu tim yang ditunjuk untuk melakukan amanah tersebut di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Tentunya amanah tersebut merupakan penghargaan sekaligus tantangan yang harus diselesaikan sehingga membutuhkan persiapan dan keteguhan sikap untuk tetap profesional sesuai dengan tugas yang diberikan.
Berdasarkan hal tersebut, penulis langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan memenuhi undangan dari manajemen BBPP Batangkaluku untuk mengikuti coaching yang dipimpin oleh Bapak Abdul Qodar Prayogi (Kepala Bidang Program). Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi tentang hal-hal penting yang menjadi tugas selama mengemban amanah ini. Sejak menerima amanah ini, penulis langsung bereaksi agak pesimis mengingat Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan Provinsi yang baru akan penulis kunjungi (meskipun usia kepegawaian sudah mencapai 3 tahun). Lokasi baru membutuhkan proses adaptasi baru, membutuhkan pendekatan yang baru, membutuhkan hubungan komunikasi yang baru yang semuanya menurut penulis membutuhkan kepiawaian dalam bernegosiasi. Segala macam metode digunakan untuk menggugurkan beberapa kekhawatiran tersebut. Mulai dari mempelajari substansi dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, objek koordinasi, sinkronisasi waktu koordinasi sampai pada akses akomodasi.
Melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pelaksanaan PUAP di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Balai Diklat SDM Pertanian, Sultra ; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra ; Dinas Pertanian Prov. Sultra ; dan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Sultra. Yang menjadi tujuan dalam koordinasi ini adalah diperolehnya daftar peserta Diklat PUAP bagi Penyuluh Pendamping dan LKM-A yang telah diinventarisir oleh masing-masing instansi tersebut berdasarkan SK Penerima PUAP Tahun 2012 Tahap II. Data tersebut selanjutnya dikonfirmasi kepada masing-masing kabupaten untuk dicek kebenaran data yang diperoleh.
Inilah dunia kerja kita yang penuh dengan tantangan dan menempa kita untuk menjadi insan yang bertanggungjawab atas amanah yang diemban. Mengutip nasehat Bapak Kepala BBPP Batangkaluku setiap kali penulis berdikusi dengan beliau bahwa “untuk paham akan sesuatu, maka terjun langsung pada objek paham tersebut”.
Jika penulis menginterpretasikan nasehat tersebut maka bunyinya seperti ini. Bahwa kompetensi seseorang tidak datang dengan sendirinya tapi melalui kerja keras, etos dan disiplin serta diawali dengan keterlibatan langsung dalam pekerjaan tersebut sehingga dengan pernah merasakannya, maka akan sangat dengan mudah untuk mengambil kesimpulan dan pengetahuan dari pekerjaan tersebut. Dan ketika dihubungkan dengan dunia ke-Widyaiswara-an, maka tidak akan ada yang sulit dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Widyaiswara yaitu mendidik, mengajar dan melatih…

Tulisan ini dibuat di Hotel Aden Kendari (disempurnakan di meja kerja di ruang Widyaiswara BBPP Batangkaluku)…

2 komentar:

  1. Siap Pak Hamdan..
    Mudah2an selalu ada bahan dan kesempatan...
    Dan yang lebih penting dan sulit adalah hidayah dan inspirasinya..
    Salam...!!!

    BalasHapus