TERJUN LANGSUNG PADA OBJEK PAHAM
Hari ini selasa
tanggal 07 Agustus 2012, barang telah dipacking, izin istri telah diperoleh, orangtua sudah merestui, surat tugas telah
dilegalisir, tiket sudah di tangan, pesawat menunggu di bandara. Semua adalah respon
langsung atas kejadian sehari sebelumnya…..
Senin, tanggal 06 Agustus ketika dilakukan Coffee Morning
(sebuah pertemuan mingguan oleh Manajemen BBPP Batangkaluku untuk membahas
seluruh kegiatan di BBPP Batangkaluku yang melibatkan Pimpinan, Eselon III, Eselon
IV dan Koordinator Widyaiswara) menghasilkan beberapa keputusan diantaranya
penetapan beberapa Widyaiswara untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Diklat
PUAP bagi Penyuluh Pertanian dan Lembaga Keuangan Mikro – Agribisnis (LKM-A) di
6 (enam) Provinsi di Sulawesi. Dan penulis adalah salah satu tim yang ditunjuk
untuk melakukan amanah tersebut di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Tentunya amanah tersebut merupakan penghargaan sekaligus tantangan yang harus diselesaikan sehingga membutuhkan persiapan dan keteguhan sikap untuk tetap profesional sesuai dengan tugas yang diberikan.
Berdasarkan hal tersebut, penulis langsung
menindaklanjuti hal tersebut dengan memenuhi undangan dari manajemen BBPP
Batangkaluku untuk mengikuti coaching yang dipimpin oleh Bapak Abdul Qodar
Prayogi (Kepala Bidang Program). Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyamakan
persepsi tentang hal-hal penting yang menjadi tugas selama mengemban amanah
ini. Sejak menerima amanah ini, penulis langsung bereaksi agak pesimis
mengingat Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan Provinsi yang baru akan penulis
kunjungi (meskipun usia kepegawaian sudah mencapai 3 tahun). Lokasi baru
membutuhkan proses adaptasi baru, membutuhkan pendekatan yang baru, membutuhkan
hubungan komunikasi yang baru yang semuanya menurut penulis membutuhkan
kepiawaian dalam bernegosiasi. Segala macam metode digunakan untuk menggugurkan
beberapa kekhawatiran tersebut. Mulai dari mempelajari substansi dan tujuan
pelaksanaan kegiatan ini, objek koordinasi, sinkronisasi waktu koordinasi sampai
pada akses akomodasi.
Melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait
dengan pelaksanaan PUAP di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Balai Diklat SDM
Pertanian, Sultra ; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra ; Dinas
Pertanian Prov. Sultra ; dan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Sultra. Yang
menjadi tujuan dalam koordinasi ini adalah diperolehnya daftar peserta Diklat
PUAP bagi Penyuluh Pendamping dan LKM-A yang telah diinventarisir oleh
masing-masing instansi tersebut berdasarkan SK Penerima PUAP Tahun 2012 Tahap
II. Data tersebut selanjutnya dikonfirmasi kepada masing-masing kabupaten untuk
dicek kebenaran data yang diperoleh.
Inilah dunia kerja kita yang penuh dengan tantangan dan
menempa kita untuk menjadi insan yang bertanggungjawab atas amanah yang
diemban. Mengutip nasehat Bapak Kepala BBPP Batangkaluku setiap kali penulis
berdikusi dengan beliau bahwa “untuk paham akan sesuatu, maka terjun langsung
pada objek paham tersebut”.
Jika penulis menginterpretasikan nasehat tersebut maka
bunyinya seperti ini. Bahwa kompetensi seseorang tidak datang dengan sendirinya
tapi melalui kerja keras, etos dan disiplin serta diawali dengan keterlibatan
langsung dalam pekerjaan tersebut sehingga dengan pernah merasakannya, maka
akan sangat dengan mudah untuk mengambil kesimpulan dan pengetahuan dari
pekerjaan tersebut. Dan ketika dihubungkan dengan dunia ke-Widyaiswara-an, maka
tidak akan ada yang sulit dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Widyaiswara yaitu mendidik, mengajar dan
melatih…
Tulisan
ini dibuat di Hotel Aden Kendari (disempurnakan di meja kerja di ruang
Widyaiswara BBPP Batangkaluku)…
dilanjut tulisannya....
BalasHapusSiap Pak Hamdan..
BalasHapusMudah2an selalu ada bahan dan kesempatan...
Dan yang lebih penting dan sulit adalah hidayah dan inspirasinya..
Salam...!!!