Selasa, 21 April 2015

Transmisi Cendawan Patogen oleh Serangga

1.   Infeksi Penyakit Tanaman melalui Penyerbukan (Penyakit Darah Bakteri pada Pisang oleh Lebah dan Lalat)
Merupakan bentuk transmisi pathogen yang sederhana melalui serangga. Penyakit smut dari campio (Melandrium spp) yang disebabkan oleh Ustilago violacca (P) Fackel pada tanaman sakit, polen digantikan tempatnya oleh spora U. violacca tanpa merusak petal atau daya tarinya terhadap serangga yang memindahkan spora pada bunga yang sehat. Penyakit pink smut yang disebabkan oleh jamur yang sama dan fenomena infeksi yang sama.
2.     Infeksi Penyakit Tanaman melalui Luka Traumatik (Penyakit Bercak pada Bunga Azalea oleh Thrips)

Selasa, 18 November 2014

PREDATOR TERHADAP KEPADATAN POPULASI SERANGGA






Predator dalam keadaan populasi tertentu, akan mampu menekan perkembangan dan pertumbuhan serangga inangnya. Sebaliknya jika populasinya kecil, maka peranannya juga akan semakin kecil. Predator merupakan hewan yang diciptakan oleh Tuhan untuk meminimalisir keberadaan serangga inang demi tetap tercapainya keseimbangan alami atau untuk pencapaian kembali keseimbangan alami.

Minggu, 02 November 2014

PAPAIN PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L) MENGGANGGU SISTEM INTEGUMEN SERANGGA


Merujuk pada sistem bercocok tanam di masa lalu, dimana para petani hanya mengandalkan keseimbangan alami dalam mengusahakan sistem pertaniannya. Kekurangan-kekurangan dalam sarana produksi termasuk benih, pupuk dan pestisida tidak menjadi masalah karena mereka mengembalikan semuanya pada proses alami yang berkembang di alam. Hasilnya pun tidak pernah berkurang, bahkan melimpah dan merata di setiap tempat. Konsep pertanian tersebut dikenal dengan Low External Input Agriculture (LEIA). Konsep pertanian modern mengarahkan pada peningkatan produksi dengan penggunaan input tinggi yang dikenal dengan istilah High External Input Technology (HEIT)

Senin, 14 Juli 2014


Pestisida Nabati (Ekstrak)
Daun Pepaya


Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami, daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen. Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphis, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga. 



Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama Thrips. Jika ditambahkan daun tembakau, maka daun sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

Pembuatan Spesimen Kering

LANGKAH LANGKAH
PEMBUATAN SPESIMEN KERING

           1.    Alat
§ Pengepres
§ Kertas karton
§ Kertas Koran
§ Papan kayu

2.    Bahan
§ Sampel tanaman sakit
            
      Langkah Pembuatan Herbarium (awetan kering) :
            1.    Sampel tanaman sakit diatur pada kertas karton/ Koran
            2.    Letak sampel diatur sedemikian rupa sehingga terlihat bagus untuk dilihat.
            3.    Apabila sampel bergejala, ditonjolkan gejalanya, diupayakan sampel jangan terlipat.
            4.    Sampel tanaman ditutup dengan kertas di atasnya
            5.   Sampel tanaman yang telah diletakan di kertas koran kemudian dipress dengan                           menggunakan alat press
            6.    Sampel tanaman dipress sampai kering mutlak
            7.   Alat pengepres bisa dijemur dibawah sinar matahari, ruangan dengan pengatur suhu,                  atau dekat sumber panas untuk mempercepat pengeringan.
           8.    Waktu yang diperlukan tergantung jenis tanamannya, pada umumnya tanaman akan                    kering mutlak setelah 5 – 10 hari.

           9.   Sebelum spesimen disimpan di herbarium sebaiknya di fumigasi, diletakan di ruang                   pendingin untuk mencegah serangan tungau dan serangga.

Senin, 22 April 2013

HARAPAN BESAR KEPADA PETANI MUDA / PEMUDA TANI



Pemuda Indonesia, engkau pahlawan dalam hatiku. Demikian ungkapan bung hatta dalam satu pidatonya yang terkenal bertajuk Fajar menyingsing. Di depan massa dalam pembukaan rapat besar di Lapangan Ikada, Jakarta Tanggal 11 September 1944, secara khusus Bung Hatta menyoroti betapa peran pemuda sebagai harapan Bangsa. “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita (Kompas, 2009).
Sesaat setelah melihat kembali tulisan ini dalam sebuah harian di Makassar (meskipun telah usang sebagai pembungkus kain), gemuruh semangat muda kembali memuncak. Sulit kembali menemukan sosok penyemangat sepertinya. Ada kekhasan dalam susunan kalimatnya. Terdapat ide dan makna yang pantas untuk diinterpretasikan dan diimplementasikan menjadi sebuah gerakan perubahan oleh generasi muda dimasa sekarang ini.

Rabu, 12 September 2012

Upaya Antisipasi dan Penanggulangan Serangan OPT terhadap Anomali Iklim

Tulisan ini menjadi lanjutan pembahasan tulisan sebelumnya (Pemanfaatan Informasi dalam Antisipasi Serangan OPT terhadap Anomali Iklim).

Kekeringan pada umumnya terjadi pada lahan tadah hujan dan lahan-lahan hilir irigasi dimana debit air sudah sangat kecil sehingga tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Curah hujan yang tinggi juga dapat menimbulkan debit air menjadi tinggi yang tidak sedikit lahan pertanian menjadi ikut merasakan dampaknya sehingga menimbulkan berkurangnya produktivitas petani, bahkan menyebabkan kegagalan panen. 

Selasa, 28 Agustus 2012

Pemanfaatan Informasi dalam Antisipasi Serangan OPT terhadap Anomali Iklim


Komoditi pertanian diusahakan dengan penuh keyakinan tinggi untuk menghadapi, menerima dan meminimalisir resiko. Ini disebabkan karena komoditi pertanian memiliki keterkaitan siklus biologi dan ekologi yang saling bermutualisme. Ketika salah satu komponen tidak memenuhi syarat, maka resiko akan muncul dan membutuhkan upaya serius dalam pemulihan dan yang paling utama adalah akan merusak semangat tani sebagian orang yang berkecimpung di dalamnya.
Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan elemen pembatas produksi tanaman yang secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Hama dan Penyakit menimbulkan gangguan tanaman secara fisik dan gangguan fisiologis pada tanaman, sedangkan gulma berkaitan dengan persaingan dalam memperoleh nutrisi hara dari dalam tanah. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim. Sehingga tidak heran kalau pada musim hujan dunia pertanian banyak disibukkan oleh masalah penyakit tanaman, sedangkan pada musim kemarau banyak masalah hama.
Iklim adalah sumber daya vital yang diperlukan bagi kegiatan pertanian dan merupakan faktor penentu produktivitas dan kualitas hasil terutama bila iklim sesuai dengan yang

Selasa, 14 Agustus 2012

Jalan2 ke Kendari



TERJUN LANGSUNG PADA OBJEK PAHAM

Hari ini selasa tanggal 07 Agustus 2012, barang telah dipacking, izin istri telah diperoleh, orangtua sudah merestui, surat tugas telah dilegalisir, tiket sudah di tangan, pesawat menunggu di bandara. Semua adalah respon langsung atas kejadian sehari sebelumnya…..
Senin, tanggal 06 Agustus ketika dilakukan Coffee Morning (sebuah pertemuan mingguan oleh Manajemen BBPP Batangkaluku untuk membahas seluruh kegiatan di BBPP Batangkaluku yang melibatkan Pimpinan, Eselon III, Eselon IV dan Koordinator Widyaiswara) menghasilkan beberapa keputusan diantaranya penetapan beberapa Widyaiswara untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Diklat PUAP bagi Penyuluh Pertanian dan Lembaga Keuangan Mikro – Agribisnis (LKM-A) di 6 (enam) Provinsi di Sulawesi. Dan penulis adalah salah satu tim yang ditunjuk untuk melakukan amanah tersebut di Provinsi Sulawesi Tenggara.