1. Infeksi
Penyakit Tanaman melalui Penyerbukan (Penyakit Darah Bakteri pada Pisang oleh Lebah
dan Lalat)
Merupakan bentuk transmisi
pathogen yang sederhana melalui serangga. Penyakit smut dari campio (Melandrium spp) yang disebabkan oleh Ustilago violacca (P) Fackel pada
tanaman sakit, polen digantikan tempatnya oleh spora U. violacca tanpa merusak petal atau daya tarinya terhadap serangga
yang memindahkan spora pada bunga yang sehat. Penyakit pink smut yang
disebabkan oleh jamur yang sama dan fenomena infeksi yang sama.
2.
Infeksi Penyakit Tanaman
melalui Luka Traumatik (Penyakit Bercak pada Bunga Azalea oleh Thrips)
Penyakit bercak pada bunga
Azalea disebabkan oleh Ovulinia azalea
Weiss dapat disebarkan oleh lebih kurang 11 spesies lebah, 3 spesies semut dan
thrips (Heterotrhrips azalea Hood). Umumnya infeksi terjadi melalui kepala dan
kaki serangga. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik kecil yang disebut
juga tahap bercak, kemudian membesar membentuk bercak yang tidak teratur dan
menyebar pada satu bunga atau lebih dan selanjutnya berkembang sampai membentuk
hawar. Infektivitas dari serangga kemudian meningkat pada akhir musim karena
pada waktu ini serangga merupakan vector yang efektif dari patogen ini. Dalam
hal ini serangga berperan penting sebagai penyebar dari jamur ini ke areal lain
dengan jarak sampai 2 mil dari sumber infeksi, sehingga dapat menyebabkan
meningkatnya kerusakan oleh pathogen ini. Bunga yang menarik dapat rusak/luka
akibat duri pada kaki serangga, luka ini merupakan tempat yang ideal untuk
masuknya Ovulinia azalea yang terbawa
oleh tubuh serangga.
3. Kontaminasi Internal dan Eksternal akibat Serangga Makan
pada Massa Cendawan
Kontaminasi Eksternal (Busuk Buah Kakao)
Bagian tubuh eksternal yang
paling berperan adalah bagian kaki yang berperan pada saat serangga hinggap
atau melewati propagul cendawan. Datangnya semut ke buah karena tertarik dengan
embun madu yang dihasilkan oleh kutu putih. Jika eksudat mengandung Phytophthora palmivora, propagul akan
terbawa pada tubuh semut dan menyebar ke tanaman lain termasuk ke buah kakao
yang menghasilkan penyakit busuk buah kakao. Spora juga ditemukan pada tanah
yang dibuat untuk lorong. Peran Iridomyrmex
cordatus sebagai vektor jamur Phytophthora
palmivora yang utama dipengaruhi oleh adanya sumber inokulum dan
mobilitas/pergerakan I. cordatus
melewati sumber inokulum tersebut. Semut tersebut akan menjadi lebih berpotensi
membawa jamur P. palmivora bila pada
bagian permukaan busuk buah telah terbentuk sporangium. Hal ini akan membuka
peluang penyebaran jamur dilakukan oleh I.
cordatus maupun serangga-serangga vektor jamur lainnya, bila aktivitas
serangga melewati daerah tersebut.
Kontaminasi Internal
Bagian tubuh internal yang
berperan dalam penyebaran patogen penyebab penyakit tumbuhan adalah bagian
mulut dalam air liur dan usus serangga pada saat serangga memakan tanaman yang
terinfeksi, patogen masuk melalui alat mulut, ada yang bertahan pada air liur
serangga dan ada juga yang masuk ke dalam sistem pencernaan bersimbiosis dengan
serangga pada ususnya. Sebagai contoh penyebaran Phoma sabdariffae, penyebab bercak daun pada Rosella oleh Podagrica javana. Infeksi Phoma biasanya
terjadi di dekat kelenjar madu, karena Podagrica tertarik oleh kelenjar madu
yang terdapat pada daun.
4.
Cendawan berkembang pada Eksudat Serangga
Jamur embun jelaga dalam
bahasa asing disebutkan sooty mold yang
berkembang dari eksudat serangga seperti Kutu daun (Aleurodicus sp., Pseudococcus
sp., dan Coccus viridis), kutu daun
sisik dan kutu kebul. Meskipun penyakit embun jelaga bukan penyakit penting
tanaman kopi tetapi keberadaannya menganggu proses fotosintesis. Jamur ini
tampak berwarna hitam. Jamur embun jelaga tanaman kopi disebabkan oleh Capnodium coffeae. Cendawan ini
merupakan jamur saprofit (non parasit) yang mempuyai sifat tidak mengambil
makanan dari tanaman inang tetapi menggangu tanaman inang dalam hal proses
fotosintesis. Miselium jamur ini pada daun kopi ditandai dengan warna hitam
yang disebabkan karena adanya pigmen melanoid pada dinding sel hifa yang
membentuk koloni (miselium). Miselium tumbuh di permukaan daun sehingga
menutupi stomata (mulut daun) dan masuk ke dalam jaringan daun.
Hasil ekskresi dari serangga
penghisap berupa madu dan kotorannya dimanfaatkan sebagai media tumbuh C. coffeae. Kotoran dari serangga
penghisap mengandung gula, asam amino, protein, mineral dan vitamin. Gejala
serangan jamur ini yaitu daun kopi terdapat jelaga, yang membentuk lapisan
warna hitam menutupi permukaan atas daun.
5.
Infeksi melalui luka akibat Oviposisi dan Makan (Lalat
Buah dan Cendawan)
Lalat buah (Bactrocera sp) betina menusuk buah cabai
mengunakan ovipositornya untuk meletakkan telurnya dalam lapisan epidermis.
Setelah telur menetas, larva akan menggerek buah dan menyebabkan buah membusuk
di bagian dalam. Bila diamati, pada buah yang terserang akan tampak lubang
kecil kehitaman bekas tusukan. Buah menjadi rusak, lembek, busuk dan akhirnya
rontok.
Pada buah cabai yang terserang,
terdapat luka tusukan dalam ukuran kecil seperti tertusuk jarum. Buah menjadi
busuk lunak dan menghitam. Luka akibat tusukan menimbulkan infeksi sekunder
berupa busuk buah yang disebabkan oleh cendawan Phythopthora spp. Ketika lalat buah meletakkan telur pada buah,
biasanya akan turut disertai dengan cendawan sehingga akan meyebabkan buah
menjadi busuk. Buah yang terkena serangan lalat buah ini akan menjadi, berulat
dan busuk.
6.
Infeksi melalui Tusukan pada saat Makan
Helopelthis antonii merupakan hama utama dan
paling cepat menimbulkan kerugian pada tanaman jambu mete. Nimfa dan imago
menyerang dengan cara mengisap cairan tanaman yang masih muda seperti daun,
pucuk muda, tunas, bunga, biji dan buah dengan menggunakan stilet. Air liur
serangga ini sangat beracun sehingga pada bagian tanaman yang terkena tusukan
melepuh dan berwarna coklat tua.
Serangan
pada buah mengakibatkan bercak-bercak coklat dan biji (mete) yang terserang
dapat gugur. Kerusakan akibat serangan H. antonii dapat
mencapai 60%. Kerugian akan semakin besar akibat serangan cendawan Pestalotiopsis
sp. Cendawan ini hanya dapat
menyerang tanaman jambu mete dalam kondisi lemah atau luka. Pestalotiopsis sp. melakukan penetrasi ke dalam
jaringan tanaman melalui luka tusukan yang disebabkan oleh H. antonii
7.
Infeksi sebagai Hasil Simbiosis antara Cendawan dan
Serangga
Simbiosis
yang terjadi adalah ektosimbiosis. Cendawan Fusarium sp. dapat menginfeksi buah kopi muda yang sudah terluka
dengan mengeluarkan toksin yaitu asam fusaric, asam dehydrofusaric, dan
lycomarasmin yang terlebih dahulu diserang oleh serangga antara lain adalah
Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo). Serangan Hama PBKo pada buah kopi muda hanya
untuk keperluan makan bagi imago yang menyebabkan pada buah-buah terdapat
lubang bekas gerekan dapat dijadikan tempat masuk bagi jamur patogen. Imago H.
hampei bisa sebagai vektor dari jamur patogen. Di perkebunan kopi,
simbiosis antara serangga dengan jamur dapat memberikan manfaat bagi jamur
antara lain : (1) jamur dapat berpindah ke lokasi yang diinginkan; (2)
memfasilitasi masuknya jamur ke tanaman inang melalui luka akibat gerekan
serangga; (3) serangga dapat berfungsi sebagai inang dari jamur yaitu hubungan
yang satu diuntungkan dan yang satu tidak dirugikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Eric M. Janson, et al.,
2007. Phytophagous Insect–Microbe
Mutualisms And Adaptive Evolutionary Diversification. Department of
Biological Sciences, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee.
Yuni Astuti. 2012. Simbiosis Antara Jamur Penyebab Busuk Buah dgn Hama PBKo
Kopi. http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-387-simbiosis-antara-jamur-penyebab-busuk-buah-dgn-hama-pbko-kopi.html. (diakses pada tanggal
08 Maret 2015).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar