Selasa, 21 April 2015

Transmisi Cendawan Patogen oleh Serangga

1.   Infeksi Penyakit Tanaman melalui Penyerbukan (Penyakit Darah Bakteri pada Pisang oleh Lebah dan Lalat)
Merupakan bentuk transmisi pathogen yang sederhana melalui serangga. Penyakit smut dari campio (Melandrium spp) yang disebabkan oleh Ustilago violacca (P) Fackel pada tanaman sakit, polen digantikan tempatnya oleh spora U. violacca tanpa merusak petal atau daya tarinya terhadap serangga yang memindahkan spora pada bunga yang sehat. Penyakit pink smut yang disebabkan oleh jamur yang sama dan fenomena infeksi yang sama.
2.     Infeksi Penyakit Tanaman melalui Luka Traumatik (Penyakit Bercak pada Bunga Azalea oleh Thrips)

Penyakit bercak pada bunga Azalea disebabkan oleh Ovulinia azalea Weiss dapat disebarkan oleh lebih kurang 11 spesies lebah, 3 spesies semut dan thrips (Heterotrhrips azalea Hood). Umumnya infeksi terjadi melalui kepala dan kaki serangga. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik kecil yang disebut juga tahap bercak, kemudian membesar membentuk bercak yang tidak teratur dan menyebar pada satu bunga atau lebih dan selanjutnya berkembang sampai membentuk hawar. Infektivitas dari serangga kemudian meningkat pada akhir musim karena pada waktu ini serangga merupakan vector yang efektif dari patogen ini. Dalam hal ini serangga berperan penting sebagai penyebar dari jamur ini ke areal lain dengan jarak sampai 2 mil dari sumber infeksi, sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan oleh pathogen ini. Bunga yang menarik dapat rusak/luka akibat duri pada kaki serangga, luka ini merupakan tempat yang ideal untuk masuknya Ovulinia azalea yang terbawa oleh tubuh serangga.
3.     Kontaminasi Internal dan Eksternal akibat Serangga Makan pada Massa Cendawan
Kontaminasi Eksternal (Busuk Buah Kakao)
Bagian tubuh eksternal yang paling berperan adalah bagian kaki yang berperan pada saat serangga hinggap atau melewati propagul cendawan. Datangnya semut ke buah karena tertarik dengan embun madu yang dihasilkan oleh kutu putih. Jika eksudat mengandung Phytophthora palmivora, propagul akan terbawa pada tubuh semut dan menyebar ke tanaman lain termasuk ke buah kakao yang menghasilkan penyakit busuk buah kakao. Spora juga ditemukan pada tanah yang dibuat untuk lorong. Peran Iridomyrmex cordatus sebagai vektor jamur Phytophthora palmivora yang utama dipengaruhi oleh adanya sumber inokulum dan mobilitas/pergerakan I. cordatus melewati sumber inokulum tersebut. Semut tersebut akan menjadi lebih berpotensi membawa jamur P. palmivora bila pada bagian permukaan busuk buah telah terbentuk sporangium. Hal ini akan membuka peluang penyebaran jamur dilakukan oleh I. cordatus maupun serangga-serangga vektor jamur lainnya, bila aktivitas serangga melewati daerah tersebut.
Kontaminasi Internal
Bagian tubuh internal yang berperan dalam penyebaran patogen penyebab penyakit tumbuhan adalah bagian mulut dalam air liur dan usus serangga pada saat serangga memakan tanaman yang terinfeksi, patogen masuk melalui alat mulut, ada yang bertahan pada air liur serangga dan ada juga yang masuk ke dalam sistem pencernaan bersimbiosis dengan serangga pada ususnya. Sebagai contoh penyebaran Phoma sabdariffae, penyebab bercak daun pada Rosella oleh Podagrica javana. Infeksi Phoma biasanya terjadi di dekat kelenjar madu, karena Podagrica tertarik oleh kelenjar madu yang terdapat pada daun.
4.      Cendawan berkembang pada Eksudat Serangga
Jamur embun jelaga dalam bahasa asing disebutkan sooty mold yang berkembang dari eksudat serangga seperti Kutu daun (Aleurodicus sp., Pseudococcus sp., dan Coccus viridis), kutu daun sisik dan kutu kebul. Meskipun penyakit embun jelaga bukan penyakit penting tanaman kopi tetapi keberadaannya menganggu proses fotosintesis. Jamur ini tampak berwarna hitam. Jamur embun jelaga tanaman kopi disebabkan oleh Capnodium coffeae. Cendawan ini merupakan jamur saprofit (non parasit) yang mempuyai sifat tidak mengambil makanan dari tanaman inang tetapi menggangu tanaman inang dalam hal proses fotosintesis. Miselium jamur ini pada daun kopi ditandai dengan warna hitam yang disebabkan karena adanya pigmen melanoid pada dinding sel hifa yang membentuk koloni (miselium). Miselium tumbuh di permukaan daun sehingga menutupi stomata (mulut daun) dan masuk ke dalam jaringan daun.
Hasil ekskresi dari serangga penghisap berupa madu dan kotorannya dimanfaatkan sebagai media tumbuh C. coffeae. Kotoran dari serangga penghisap mengandung gula, asam amino, protein, mineral dan vitamin. Gejala serangan jamur ini yaitu daun kopi terdapat jelaga, yang membentuk lapisan warna hitam menutupi permukaan atas daun.
5.      Infeksi melalui luka akibat Oviposisi dan Makan (Lalat Buah dan Cendawan)
Lalat buah (Bactrocera sp) betina menusuk buah cabai mengunakan ovipositornya untuk meletakkan telurnya dalam lapisan epidermis. Setelah telur menetas, larva akan menggerek buah dan menyebabkan buah membusuk di bagian dalam. Bila diamati, pada buah yang terserang akan tampak lubang kecil kehitaman bekas tusukan. Buah menjadi rusak, lembek, busuk dan akhirnya rontok.
Pada buah cabai yang terserang, terdapat luka tusukan dalam ukuran kecil seperti tertusuk jarum. Buah menjadi busuk lunak dan menghitam. Luka akibat tusukan menimbulkan infeksi sekunder berupa busuk buah yang disebabkan oleh cendawan Phythopthora spp. Ketika lalat buah meletakkan telur pada buah, biasanya akan turut disertai dengan cendawan sehingga akan meyebabkan buah menjadi busuk. Buah yang terkena serangan lalat buah ini akan menjadi, berulat dan busuk.
6.      Infeksi melalui Tusukan pada saat Makan
Helopelthis antonii merupakan hama utama dan paling cepat menimbulkan kerugian pada tanaman jambu mete. Nimfa dan imago menyerang dengan cara mengisap cairan tanaman yang masih muda seperti daun, pucuk muda, tunas, bunga, biji dan buah dengan menggunakan stilet. Air liur serangga ini sangat beracun sehingga pada bagian tanaman yang terkena tusukan melepuh dan berwarna coklat tua.
Serangan pada buah mengakibatkan bercak-bercak coklat dan biji (mete) yang terserang dapat gugur. Kerusakan akibat serangan H. antonii dapat mencapai 60%. Kerugian akan semakin besar akibat serangan cendawan Pestalotiopsis sp. Cendawan ini hanya dapat menyerang tanaman jambu mete dalam kondisi lemah atau luka. Pestalotiopsis sp. melakukan penetrasi ke dalam jaringan tanaman melalui luka tusukan yang disebabkan oleh H. antonii
7.      Infeksi sebagai Hasil Simbiosis antara Cendawan dan Serangga
Simbiosis yang terjadi adalah ektosimbiosis. Cendawan Fusarium sp. dapat menginfeksi buah kopi muda yang sudah terluka dengan mengeluarkan toksin yaitu asam fusaric, asam dehydrofusaric, dan lycomarasmin yang terlebih dahulu diserang oleh serangga antara lain adalah Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo). Serangan Hama PBKo pada buah kopi muda hanya untuk keperluan makan bagi imago yang menyebabkan pada buah-buah terdapat lubang bekas gerekan dapat dijadikan tempat masuk bagi jamur patogen. Imago H. hampei bisa sebagai vektor dari jamur patogen. Di perkebunan kopi, simbiosis antara serangga dengan jamur dapat memberikan manfaat bagi jamur antara lain : (1) jamur dapat berpindah ke lokasi yang diinginkan; (2) memfasilitasi masuknya jamur ke tanaman inang melalui luka akibat gerekan serangga; (3) serangga dapat berfungsi sebagai inang dari jamur yaitu hubungan yang satu diuntungkan dan yang satu tidak dirugikan.


DAFTAR PUSTAKA
Eric M. Janson, et al., 2007. Phytophagous Insect–Microbe Mutualisms And Adaptive Evolutionary Diversification. Department of Biological Sciences, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee.
Yuni Astuti. 2012. Simbiosis Antara Jamur Penyebab Busuk Buah dgn Hama PBKo Kopi. http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-387-simbiosis-antara-jamur-penyebab-busuk-buah-dgn-hama-pbko-kopi.html. (diakses pada tanggal 08 Maret 2015).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar