Komoditi pertanian diusahakan dengan penuh keyakinan
tinggi untuk menghadapi, menerima dan meminimalisir resiko. Ini disebabkan karena komoditi
pertanian memiliki keterkaitan siklus biologi dan ekologi yang saling
bermutualisme. Ketika salah satu komponen tidak memenuhi syarat, maka resiko
akan muncul dan membutuhkan upaya serius dalam pemulihan dan yang paling utama
adalah akan merusak semangat tani sebagian orang yang berkecimpung di dalamnya.
Organisme pengganggu
tanaman (OPT) merupakan elemen pembatas produksi tanaman yang secara garis
besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Hama dan Penyakit menimbulkan
gangguan tanaman secara fisik dan gangguan fisiologis pada tanaman, sedangkan
gulma berkaitan dengan persaingan dalam memperoleh nutrisi hara dari dalam
tanah. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor
iklim. Sehingga tidak heran kalau pada musim hujan dunia pertanian banyak
disibukkan oleh masalah penyakit tanaman, sedangkan pada musim kemarau banyak
masalah hama.
Iklim adalah sumber daya vital yang diperlukan bagi kegiatan pertanian dan
merupakan faktor penentu produktivitas dan kualitas hasil terutama bila iklim
sesuai dengan yang