Selasa, 18 November 2014

PREDATOR TERHADAP KEPADATAN POPULASI SERANGGA






Predator dalam keadaan populasi tertentu, akan mampu menekan perkembangan dan pertumbuhan serangga inangnya. Sebaliknya jika populasinya kecil, maka peranannya juga akan semakin kecil. Predator merupakan hewan yang diciptakan oleh Tuhan untuk meminimalisir keberadaan serangga inang demi tetap tercapainya keseimbangan alami atau untuk pencapaian kembali keseimbangan alami.

Minggu, 02 November 2014

PAPAIN PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L) MENGGANGGU SISTEM INTEGUMEN SERANGGA


Merujuk pada sistem bercocok tanam di masa lalu, dimana para petani hanya mengandalkan keseimbangan alami dalam mengusahakan sistem pertaniannya. Kekurangan-kekurangan dalam sarana produksi termasuk benih, pupuk dan pestisida tidak menjadi masalah karena mereka mengembalikan semuanya pada proses alami yang berkembang di alam. Hasilnya pun tidak pernah berkurang, bahkan melimpah dan merata di setiap tempat. Konsep pertanian tersebut dikenal dengan Low External Input Agriculture (LEIA). Konsep pertanian modern mengarahkan pada peningkatan produksi dengan penggunaan input tinggi yang dikenal dengan istilah High External Input Technology (HEIT)

Senin, 14 Juli 2014


Pestisida Nabati (Ekstrak)
Daun Pepaya


Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami, daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen. Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphis, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga. 



Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama Thrips. Jika ditambahkan daun tembakau, maka daun sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

Pembuatan Spesimen Kering

LANGKAH LANGKAH
PEMBUATAN SPESIMEN KERING

           1.    Alat
§ Pengepres
§ Kertas karton
§ Kertas Koran
§ Papan kayu

2.    Bahan
§ Sampel tanaman sakit
            
      Langkah Pembuatan Herbarium (awetan kering) :
            1.    Sampel tanaman sakit diatur pada kertas karton/ Koran
            2.    Letak sampel diatur sedemikian rupa sehingga terlihat bagus untuk dilihat.
            3.    Apabila sampel bergejala, ditonjolkan gejalanya, diupayakan sampel jangan terlipat.
            4.    Sampel tanaman ditutup dengan kertas di atasnya
            5.   Sampel tanaman yang telah diletakan di kertas koran kemudian dipress dengan                           menggunakan alat press
            6.    Sampel tanaman dipress sampai kering mutlak
            7.   Alat pengepres bisa dijemur dibawah sinar matahari, ruangan dengan pengatur suhu,                  atau dekat sumber panas untuk mempercepat pengeringan.
           8.    Waktu yang diperlukan tergantung jenis tanamannya, pada umumnya tanaman akan                    kering mutlak setelah 5 – 10 hari.

           9.   Sebelum spesimen disimpan di herbarium sebaiknya di fumigasi, diletakan di ruang                   pendingin untuk mencegah serangan tungau dan serangga.