Predator dalam keadaan populasi tertentu, akan mampu menekan perkembangan
dan pertumbuhan serangga inangnya. Sebaliknya jika populasinya kecil, maka
peranannya juga akan semakin kecil. Predator merupakan hewan yang diciptakan
oleh Tuhan untuk meminimalisir keberadaan serangga inang demi tetap tercapainya
keseimbangan alami atau untuk pencapaian kembali keseimbangan alami.
Nama saya AMAL.. Saya banyak AMAL.. Selalu berniat melakukan AMAL.. Selama HAYAT masih dikandung badan... Saya akan terus berbuat AMAL.. Menuju keMAKMURan.. Saya punya AMAL... Selalu berusaha berbuat AMAL...!!!
Selasa, 18 November 2014
Minggu, 02 November 2014
PAPAIN PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L) MENGGANGGU SISTEM INTEGUMEN SERANGGA
Merujuk pada sistem bercocok tanam di
masa lalu, dimana para petani hanya mengandalkan keseimbangan alami dalam
mengusahakan sistem pertaniannya. Kekurangan-kekurangan dalam sarana produksi
termasuk benih, pupuk dan pestisida tidak menjadi masalah karena mereka
mengembalikan semuanya pada proses alami yang berkembang di alam. Hasilnya pun
tidak pernah berkurang, bahkan melimpah dan merata di setiap tempat. Konsep
pertanian tersebut dikenal dengan Low
External Input Agriculture (LEIA). Konsep pertanian modern mengarahkan pada
peningkatan produksi dengan penggunaan input tinggi yang dikenal dengan istilah
High External Input Technology (HEIT)
Senin, 14 Juli 2014
Pestisida Nabati (Ekstrak)
Daun Pepaya
Daun pepaya memiliki
kandungan bahan aktif papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan
hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami,
daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen.
Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya
memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan untuk mencegah hama
seperti aphis, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.
Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin.
Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama Thrips. Jika ditambahkan daun tembakau, maka daun sirsak akan efektif
mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan
bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.
Pembuatan Spesimen Kering
LANGKAH
LANGKAH
PEMBUATAN SPESIMEN KERING
1. Alat
§ Pengepres
§ Kertas karton
§ Kertas Koran
§ Papan kayu
2. Bahan
§ Sampel tanaman sakit
Langkah Pembuatan Herbarium
(awetan kering) :
1. Sampel tanaman sakit diatur pada kertas karton/ Koran
2. Letak sampel diatur sedemikian rupa sehingga terlihat
bagus untuk dilihat.
3. Apabila sampel bergejala, ditonjolkan gejalanya,
diupayakan sampel jangan terlipat.
4. Sampel tanaman ditutup dengan kertas di
atasnya
5. Sampel tanaman yang telah diletakan di kertas
koran kemudian dipress
dengan menggunakan alat press
6. Sampel tanaman dipress sampai kering mutlak
7. Alat pengepres bisa dijemur dibawah sinar matahari,
ruangan dengan pengatur suhu, atau dekat sumber panas untuk mempercepat
pengeringan.
8. Waktu yang diperlukan tergantung jenis tanamannya, pada umumnya
tanaman akan kering mutlak setelah 5 – 10 hari.
9. Sebelum spesimen disimpan di herbarium sebaiknya di fumigasi,
diletakan di ruang pendingin untuk mencegah serangan tungau dan serangga.
Langganan:
Komentar (Atom)


